Habib Umar bin Hafidz Gelar Ijtima Fashli Bersama Ikatan Alumni Daar Al-Musthafa, Al-Wafa Bi Ahdillah

JAKARTA — Al-‘Allamah Al-Habib Umar bin Hafidz mengadakan Ijtima Fashli bersama Al-Wafa Bi Ahdillah, ikatan perkumpulan alumni Daar Al-Musthafa, Tarim, Yaman, dalam rangkaian Rihlah Dakwah beliau di Indonesia tahun 2026. Pertemuan ini menjadi momentum bagi para alumni untuk kembali bersilaturahmi dengan guru mereka, mempererat ikatan persaudaraan, serta memperbarui komitmen dalam menjaga nilai-nilai keilmuan dan dakwah yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Daar Al-Musthafa.

Ijtima Fashli merupakan pertemuan yang memiliki arti penting bagi para alumni, tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai kesempatan untuk kembali menyimak nasihat dan arahan dari Habib Umar bin Hafidz. Melalui pertemuan ini, hubungan antara guru dan murid terus dijaga, meskipun para alumni telah kembali ke daerah masing-masing dan menjalankan berbagai aktivitas dakwah, pendidikan, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai ikatan perkumpulan alumni Daar Al-Musthafa, Al-Wafa Bi Ahdillah menjadi wadah untuk menjaga hubungan persaudaraan di antara para lulusan yang pernah menimba ilmu di Tarim, Yaman. Ikatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan nilai-nilai pendidikan yang telah mereka terima, baik dalam aspek keilmuan, akhlak, maupun tanggung jawab dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat.

Pertemuan bersama Habib Umar bin Hafidz menjadi kesempatan berharga bagi para alumni untuk kembali mengingat tujuan utama mereka menuntut ilmu. Pendidikan di Daar Al-Musthafa tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu agama, tetapi juga pembentukan akhlak, penanaman adab, serta pembiasaan untuk mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi para alumni dalam menjalankan peran mereka di tengah masyarakat.

Melalui Ijtima Fashli ini, para alumni juga memperoleh kesempatan untuk memperkuat kembali hubungan spiritual dengan guru mereka. Nasihat dan bimbingan dari seorang guru menjadi pengingat akan tanggung jawab seorang penuntut ilmu setelah menyelesaikan pendidikan, terutama dalam menjaga amanah ilmu, mengutamakan akhlak, serta menyampaikan dakwah dengan penuh kebijaksanaan.

Di tengah beragam aktivitas dan tantangan yang dihadapi para alumni setelah kembali ke tanah air, ikatan persaudaraan dan hubungan dengan para guru memiliki peran penting dalam menjaga semangat untuk terus belajar dan mengabdi. Pertemuan semacam ini menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan sekaligus mengingatkan kembali pentingnya menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama masa pendidikan.

Penyelenggaraan Ijtima Fashli bersama Al-Wafa Bi Ahdillah menjadi bagian dari rangkaian Rihlah Dakwah Habib Umar bin Hafidz di Indonesia tahun 2026. Pertemuan ini mencerminkan pentingnya menjaga hubungan antara guru dan murid serta memperkuat ikatan di antara para alumni dalam melanjutkan perjalanan ilmu dan dakwah.

Melalui pertemuan ini, diharapkan para alumni Daar Al-Musthafa yang tergabung dalam Al-Wafa Bi Ahdillah dapat terus menjaga nilai-nilai keilmuan, akhlak, dan persaudaraan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan. Dengan demikian, ilmu yang dipelajari tidak hanya menjadi bekal pribadi, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat melalui dakwah, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sumber informasi : Majelis Al-Muwasholah Baina ‘Ulama Al-Muslimin.

Comments are closed.